Sewaktu aku duduk di bangku SMA tepatnya kelas 3, aku memiliki seorang guru Fisika yang berperilaku sangat se-enaknya saat mengajar. Beliau ini mengajar sangat santai, sering “iseng” mengganggu murid-murid perempuan, terlebih lagi sifatnya sangat kekanakan seperti murid-murid SMA. Bahkan di saat usia yang tergolong tua, dengan umur antara 30-40an wajahnya masih seperti pria berumur 25-28. Memang ia hampir selalu bertingkah konyol, terkadang beliau menunjukkan sifat dewasanya dengan memberikan nasihat-nasihat kepada kami murid-muridnya. Suatu ketika saat tengah mengajar, beliau memberikan intermezzo secara spontan sehingga memicu keriuhan kelas. Hingga salah seorang temanku berkata “Pak, Bapak kok kalau mengajar santai banget. Kayak bukan guru pada umumnya.” Kemudian beliau menjawab, “ saya itu dulu sebelum mengajar di sini kerjanya jadi pegawai dengan posisi cukup baik dan gaji yang cukub besar dibandingkan gaji guru saat ini. ” “Terus, kenapa Bapak pindah?” Tanya temanku kembali. ”Heh! Kamu ini banyak nanya, tetapi memang pekerjaan saya sebelumnya di balik meja. Ga cocok sama saya, saya beritahu ya.. Bila kalian ingin melakukan sesuatu dan mencapai sesuatu, lakukan yang kalian sukai dengan perasaan senang. Jangan memaksakan hal yang tidak kalian sukai, karena hasilnya kalian sendiri yang akan sengsara.” Sejak saat itu, aku berusaha untuk selalu menyukai semua tugas sekolah yang telah diberikan hingga kuliah kini. Berkat nasihat ini pun, aku memilih bidang yang aku sukai dan senangi untuk kuliah terlebih lagi aku memasuki IPB yang memiliki sejarah yang aku kagumi.

Alfonsa B04100156